Hari ketiga di Derawan, tiba waktunya kami pindah ke Maratua. Sebenernya sejak dari Jakarta udah penasaran banget sama Maratua karena iming-iming foto laut tenang berwarna toska yang tempting banget. Rencana berangkat ke Maratua jam 8 pagi pun harus ditunda karena hujan dan.... kami perlu ke puskesmas dulu karena mbak Pingkan cemas dengan wajahnya yg kena sunburn :D. Untung sekarang udah cantik lagi yaa Piiing? Hihi.
Akhirnya setelah hujan reda, kami baru bisa berangkat ke Maratua. Perjalanannya kurang lebih 1 jam dengan kondisi laut berombak dan agak mendung. Awal perjalanan kami masih haha-hehe, setelah ombak makin gede dan mulai gerimis, mendadak mulai krik krik gaada yang berani ngomong. Cuma si om Rajesh yang masih ngobrol sama pak speed boatnya. Begini percapakannya:
| Iming-iming laut toska |
Rajesh (R): Pak..
Pak Speed Boat (PSB): yaaaaaaaa?
R: masih jauh ga?
PSB: *nengok melihat ke sekitar* 20 menit lagi lah
---terdiam---
R: Pak..
PSB: yaaaaaaaaaa?
R: di laut ini ada hewan yang buas buas ga? *Huahahahaha sumpah pertanyaan ini kocak banget*
PSB: nggak ada. Kalo dulu sih ada hiu, tapi sekarang udah ngga ada.
Akhirnya, 20 menit kemudian sejak percakapan itu, kami pun sampai di Maratua Guesthouse. Di kejauhan terlihat juga Maratua Paradise Resort yang terkenal itu dan emang gedeee banget. Pas sampai di sana, laut sedang surut, jadi speed boat perlu digiring untuk mencapai jetty. Pikiran pertama saya: “Laut toska nya manaaaaa?”. Hahaha. Ya mungkin karena lagi mendung dan surut, jadi gak keliatan toska.